31 Mar 2017

Syarat dan Biaya Mengurus Sertifikat Tanah


Syarat Dan Biaya Mengurus Sertifikat Tanah
Apakah anda pernah kesulitan mengurus sertifikat tanah, mungkin anda belum pernah membaca atau belum pernah mendengar sama sekali bagaimana cara mengurus sertifikat tanah, sertifikat adalah bukti autentik, menurut PP No. 24 Tahun 1997 tentang pendaftaran Tanah, sertifikat ialah surat tanda bukti hak atas tanah dan bangunan. Sertifikat sendiri dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasonal (BPN) lewat kantor pertanahan masing-masing daerah atau wilayah.
Sertifikat dicetak dua rangkap, satu rangkap disimpan dikantor BPN sebagai buku tanah dan satu rangkap nya lagi dipegang oleh pemilik tanah sebagai bukti tanda kepemilikan atas tanah dan bangunan. Arsip tanah itu tercantum data mengenai tanah, misalnya luas tanah, batas tanah dan data pemilik. Nah, apakah syarat membuat sertifikat tanah dan bagaimana cara mengurusnya.
Syarat Mengurus Sertifikat Tanah
1.    Menyiapkan dokumen
Sebelum mengurus tanah, pastinya terlebih dahulu anda harus menyiapkan dokumen-dokumen berdasarkan hak atas tanah, hal ini mencakup :
a.    Sertifikat Asli Hak Guna Bangunan (SHGB)
b.    Fotokopi Izin Mendrikan Bangunan (IMB)
c.    Identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kartu Keluarga (KK)
d.    SPPT PBB
e.    Surat pernyataan kepemilikan lahan.
Kemudian jika anda ingin membuat sertifikat tanah yang berasal dari warisan, atau tanah girik dapat kita lakukan melalui dua tahapan,
a.    Mengurus di kelurahan setempat
Bagi anda yang baru ingin mengurus sertifikat tanah tanpa mempunyai pengalaman satu kalipun diharapkan agar dapat ditemani oleh orang yang lebih berpengalaman, karena biasanya keadaan pada saat kita dilapangan itu berbeda dengan teori yang kita pelajari, tetapi apabila anda berani dan yakin anda boleh untuk mengurusnya sendiri. Adapun hal hal yang perlu disiapkan antara lain :
1.    Surat keterangan tidak sengketa, anda perlu memastikan kalau tanah yang anda harus bukan tanah sengketa, agar anda memang di percaya sebagai pemilik yang sah atas tanah tersebut, dengan adanya tanda tangan saksi-saksi dapat menjadi bukti keabsahan surat keterangan itu. Saksi-saksi itu adalah Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) setempat, karena mereka adalah tokoh masyarakat yang diyakini mengetahui sejarah penguasaan tanah setempat, namun jika di tempat tersebut tidak terdapat RT dan RW saksi bisa didapat dari tokoh adat setempat.
2.    Surat keterangan riwayat tanah, berfungsi untuk menerangkan secara tertulis riwayat penguasaan tanah dikelurahan dan sampai pada saat ini.
3.    Surat keterangan penguasaan tanah secara sporadik, surat keterangan yang mencantumkan tanggal waktu memperoleh dan menguasai tanah.
b.    Mengurus di Kantor Pertanahan
Jika anda sudah memperoleh dokumen dikelurahan setempat, anda kemudian dapat melanjutkan ke kantor pertanahan. Adapun tahapannya,
1.    Mengajukan Permohonan Sertifikat, dengan cara menyiapkan dokumen dokumen yang diperoleh dikelurahan dan dilengkapi dengan fotokopi KTP dan KK pemohon, Fotokopi PBB tahun berjalan, dan dokumen pendukung lainnya yang disyaratkan oleh undang undang.
2.    Mengukur lokasi, pengukuran ini biasanya dilakukan setelah berkas permohonan lengkap dan pemohon menerima tanda terima dokumen dari kantor pertanahan. Pengukuran ini dilakukan oleh petugas pertanahan untuk mengukur batas batas tanah milik pemohon atau kuasanya.
3.    Pengesahan surat ukur, hasil pengukuran tanah dilokasi akan dicaetak dan dipetakan di BPN surat ini akan disahkan atau ditandatagani oleh pejabat yang berwenang dalam hal ini adalah kepala seksi pengukuran dan pemetaan.
4.    Penelitian yang dilakukan oleh petugas panitia, setelah surat disahkan dilanjutkan dengan proses panitia A yang dilakukan oleh petugas dari BPN dan lurah setempat.
5.    Pengumuman data yuridis di kelurahan dan BPN, permohonan hak tanas tersebut diumumkan dikantor kelurahan dan BPN selama 2 bulan. Proses ini bertujuan agar supaya memenuhi pasal 26 PP No. 24 Tahun 1997. Dalam praktiknya, bertujuan untuk menjamin bahwa permohonan hak tanah ini tidak ada keberatan dari pihak lain.

2.    Penerbitan Sertifikat Tanah Hak Milik
Setelah tanah selesai diukur, anda akan diberikan data surat ukur tanah, serahkanlah untuk melengkapi dokumen yang telah ada. Setelah itu, tunggulah beberapa saat sampai dikeluarkannya surat keputusan. Anda akan dibebankan BEA perolehan Hak Atas Tanah (BPHTB) selagi menunggu sertifikat tanah anda terbit. Selain BPN anda juga dapat membuat sertifikat melalui Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), namun harga untuk mengurusnya kadang berlipat. Nah , jika anda kurang paham dengan cara diatas, kita akan membahas dengan cara yang singkat.
1.    Menyiapkan formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani oleh pemohon atau kuasanya apabila dikuasakan, diatas materai.
2.    Menyetor fotocopi identitas (KTP, KK) yang telah dicocokkan oleh petugas loket
3.    Bukti perolehan tanah yang asli
4.    Bukti surat pelepasan hak dan pelunasan tanah dan rumah yang dibeli
5.    Fotocopi SPPT PBB yang telah dicocokkan oleh petugas loket
6.    Melampirkan bukti SSP/PPH sesuai dengan ketentuan yang ada.
7.    Biaya Mengurus Sertifikat Tanah
8.     Dimanapun kita berada, jika kita mendengar kata mengurus itu pasti akan berkaitan dengan pelayanan, kita semua sama sama tahu dimana ada pelayanan disitu ada biaya yang harus kita keluarkan, salah satunya adalah mengurus sertifikat tanah. Dan untuk mengetahui berapa biaya yang diperlukan untuk mengurus tanah itu biasanya tergantung dari jenis tanah dan luasnya,
9.    Contoh : biaya untuk mengurus sertifikat tanah perumahan dengan ukuran 10M x 25M (250Mz) maka biaya yang harus anda bayar adalah :
10.    Biaya petugas petugas pengukur tanah : Rp. 355.000
11.    Biaya Pengukuran : Rp. 150.000
12.    Biaya Pendaftaran : Rp.   50.000
13.    Jadi, total biaya keseluruhan Rp. 555.000
14.     Jadi anda bisa memperkirakan berapa biaya sertifikat mengurus tanah jika tanah anda seluas dua kali lipat dari luas contoh tanah yang tadi kita hitung, namun sebenarnya contoh harga diatas masih kurang jika ingin menghitung biaya yang kita keluarkan untuk fotocopi, biaya untuk kelurahan dan biaya lainnya. Selain itu biasanya apa yang kita pahami dalam proses mengurus tanah itu berbeda dengan keadaan yang terjadi di lapangan, oleh karena itu bagi anda yang mengurus sertifikat tanah, perhatikanlah setiap langkah-langkah yang dilakukan oleh petugas BPN kalau perlu dicatat agar bisa diajarkan dan disampaikan kepada orang lain. Nah, semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah pengetahuan serta keberanian untuk mengurus sertifikat tanah.

SHARE THIS

Author:

Hanya seorang ibu rumah tangga yang belajar bisnis online melalui blog dari rumah ditemani oleh si kembar tiga.

0 comments: