31 Mar 2017

Syarat Mengurus Pernikahan WNI dengan WNA


SYARAT MENGURUS PERNIKAHAN WBI DENGAN WNA
Bagi setiap insan muda yang akan mengikat hubungan menjadi pernikahan, tentu kedua pasangan ini harus mengurus pernikahan sah mereka secara hukum. Mengurus pernikahan sah secara hukum dilakukan via KUA (Kantor Urusan Agama) di kota masing-masing. Bagi Anda yang menikah dengan orang Indonesia atau kedua belah pihak Warga Negara Indonesia (WNI) dapat dilakukan dalam kurun waktu yang singkat. Dengan persyaratan yang tidak rumit.
Lalu, bagaimana jika pernikahan berbeda kewarganegaraan alias Warga Negara Indonesia (WNI) dengan Warga Negara Asing (WNA)?. Banyak persyaratan yang harus dilengkapi dan lebih rumit sehingga akan memakan waktu yang lebih lama, mengingat berbagai dokumen dari kedua negara yang dibutuhkan untuk mendaftarkan pernikahan secara hukum.
Proses yang rumit disebabkan pengurusan dokumen yang harus dilakukan di kedua belah negara yang bersangkutan. Belum lagi acara pernikahan yang harus dipersiapkan maka dipastikan akan memakan waktu yang panjang dan tidak tentu kapan dokumen pernikahan selesai. Jangan sampai dokumen pernikahan Anda belum selesai namun undangan telah disebarkan. Cepat atau tidaknya dokumen pernikahan Anda selesai tergantung kinerja kantor kedutaan dan juga urusan imigrasi negara.
A. Syarat Menikah WNI & WNA di Indonesia (melalui KUA)
Pernikahan muslim diatur oleh KUA dan berlaku di seluruh Indonesia, namun terkadang ada beberapa KUA yang meminta dokumen yang tidak harus di translate ke bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah.
Dari Pihak WNI
Surat keterangan untuk nikah (N.1)
Surat keterangan asal-usul (N.2)
Surat persetujuan kedua mempelai (N.3)
Surat keterangan belum/tidak menikah oleh RT/RW
Fotokopi KTP
Akta kelahiran
Kartu keluarga
KTP orang tua
Buku nikah orang tua (apabila Anda adalah anak pertama)
Data dua orang saksi pernikahan
Pasfoto 2x3 (4 lembar) dan 4x6 (4 lembar)
Bukti pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) terakhir
Prenup (perjanjian pra nikah)
Dari Pihak WNA
CNI (Certificate of No Impediment) atau surat izin menikah di negara bersangkutan yang dikeluarkan dari kedutaan calon suami atau istri
Fotokopi akta kelahiran (yang asli diserahkan ke kedutaan)
Keterangan izin masuk sementara dari imigrasi (apabila tidak bertempat tinggal di Indonesia)
Fotokopi kartu identitas dari negara calon suami atau istri
Fotokopi paspor
Surat keterangan domisili (alamat calon suami atau istri bertempat tinggal saat ini)
Pasfoto 2x3 (4 lembar) dan 4x6 (4 lembar)
Surat keterangan mualaf (jika agama sebelumnya bukan islam)
Akta cerai bila sudah pernah nikah
Surat keterangan yang menyatakan bahwa diperkenankan menikah dengan WNI (dikeluarkan oleh instansi di negara yang bersangkutan)
B. Dokumen Untuk Mendapatkan CNI dari Kedutaan Asing
Adapun pasangan Anda membutuhkan CNI (surat single) dari kedutaan negara bersangkutan, yang memiliki beberapa syarat yakni,
Akta kelahiran terbaru (asli)
Fotokopi kartu identitas dari negara asal
Fotokopi paspor
Bukti tempat tinggal atau surat domisili (dapat berupa tagihan telepon/listrik)
Formulir pernikahan dari kedutaan negara yang bersangkutan
C. Dokumen WNI Yang Diminta Kedutaan Asing
Akta kelahiran asli dan fotokopi
Fotokopi Kartu identitas (KTP)
Fotokopi surat N1, N2 dan N4 dari kelurahan
Fotokopi prenup (jika ada)
Sebelum menyerahkan dokumen diatas, ada baiknya Anda memfotokopi terlebih dahulu karena pihak kedutaan tidak akan mengembalikan dokumen tersebut. Setelah menyelesaikan persyaratan di kedutaan tahap akhir ialah menunggu kabar dari kedutaan.
Proses terakhir inilah yang memakan waktu yang cukup lama yakni dua hingga tiga bulan bahkan lebih lama lagi. Semua tergantung kinerja kedutaan yang bersangkutan. Beberapa kantor kedutaan juga akan melakukan interview kepada calon pasangan yang akan menikah, namun hal ini tidak selalu.
D. Biaya Pernikahan KUA
Sesuai peraturan PP No.48 Tahun 2014 yang berlaku mulai 7 Juli 2014 tentang biaya pernikahan ialah Rp.0 alias tidak dipungut biaya jika pengurusan dilakukan pada jam kerja di dalam kantor KUA. Jika pernikahan dilakukan diluar jam kerja dan tidak dalam kantor KUA maka akan dikenakan biaya sebesar Rp. 600.000.
Biaya tersebut akan masuk ke kas negara dan dalam hal ini pihak KUA tidak berhak menerima pembayaran dari calon pasangan. Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer bank yang telah ditentukan, yakni
Bank Mandiri : No. Rekening 1030006226746
Bank BNI : No. Rekening 0346138083
Bank BRI : No. Rekening 023001002788304
Setelah melakukan pembayaran lebih baik Anda langsung menyerahkan bukti pembayayaran agar dapat segera diproses.
Setelah menikah secara resmi di mata hukum, Anda akan mendapat buku nikah. Bagi Anda yang menikah di KUA Anda tidak perlu mendaftarkan diri ke Dinas kependudukan dan catatan sipil karena KUA sudah otomatis mendaftarkan pernikahan Anda. Apabila Anda yang non-muslim atau Anda yang seorang WNI mneikah di negara lain maka Anda perlu mendaftarkan pernikahan Anda ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Begitu pula bagi pasangan Anda yang WNA lebih baik cepat melaporkan pernikahan tersebut ke kedutaan negara pasangan agar pernikahan tersebut diakui oleh negara bersangkutan.
Tips Mengurus Pernikahan WNI dengan WNA
Ikuti prosedur yang ada, jangan sampai Anda mendapat masalah dengan pernikahan berbeda kewarganegaraan Anda. Lakukan sesuai tahap tahap yang dianjurkan agar tidak menjadi kendala dalam pemrosesan. Jika pengurusan dokumen diurus dengan baik dan lancar, maka pernikahan Anda dapat segera dilakukan.
Fotokopi semua dokumen yang dibutuhkan, setiap proses yang dilakukan di badan instansi tertentu lebih baik Anda menggandakan atau memfotokopi dokumen yang asli. Jangan sekali menyertakan surat dokumen yang asli, sebab pihak instansi tidak akan mengembalikan dokumen Anda.
Print segala ketentuan pernikahan yang diatur oleh undang-undang, tahap ini merupakan tahap yang rawan bagi pasangan yang menikah dengan WNA karena KUA terkadang akan meminta sejumlah uang dalam jumlah besar (hingga belasan juta) dengan alih sebagai syarat administrasi. Bagi pasangan yang akan menikah dengan seorang WNA akan lebih baik Anda menyertakan print out peraturan terbaru tentang pengurusan pernikahan. contohnya, SKLD 9Surat Keterangan Lapor Diri) yang diterbitkan kepolisian kini sudah tidak berlaku, PP No. 48 Tahun 2014 tentang biaya pengurusan pernikahan yang tidak dipungut biaya dan Rp. 600.000 bagi Anda yang mengurus bukan di jam kerja dan diluar kantor KUA.
Untuk kejelasan tentang prosedural pernikahan WNI dengan WNA akan lebih baik jika Anda aktif bertanya ke kedutaan besar negara pasangan Anda ataupun kantor KUA untuk mendapat kejelasan info yang Anda dapatkan.


SHARE THIS

Author:

Hanya seorang ibu rumah tangga yang belajar bisnis online melalui blog dari rumah ditemani oleh si kembar tiga.

0 comments: